Tidur adalah Kenikmatan yang Harus Dibayar Mahal

Tidak banyak orang menyadari bahwa ternyata untuk dapat tidur nyenyak adalah sebuah kenikmatan yang tak ternilai harganya.

Kenikmatan tarhadap makanan lezat masih jauh lebih murah daripada biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli sebuah kenikmatan tidur. Banyak orang yang dapat tidur pulas beberapa menit setelah berbaring. Banyak orang bisa tidur sambil duduk. Bahkan ada orang tertentu dapat tidur sambil berjalan. Golongan orang-orang semacam ini adalah orang yang tidak bisa menghargai kenikmatan tidur atau paling tidak adalah golongan orang yang tidak menyadari tentang kenikmatan tidur. Tidur adalah hal sehari-hari yang biasa yang tidak ada harganya.

Bagi sebagian orang yang lain, adalah suatu hal yang sangat mahal dan berharga untuk dapat tidur terlelap.  Mereka harus dengan setia mengunjungi psikiater untuk dapat memperoleh obat, hanya sekedar untuk dapat tidur. Harus selalu mengkonsumsi obat-obat dalam golongan daftar G atau narkotika. Dan tentunya hal ini harus dengan menebus resep dengan harga mahal.

Saya sempat menjadi salah satu dari sekian banyak orang yang harus membeli tidur. Untuk dapat tidur semalam saya harus menelan obat seharga Rp 10.000,- sekali minum. Obat andalan terakhir adalah Sizoril atau Clozaril untuk merek dagang dari Clozapine. Obat jenis lain sudah tidak mampu menidurkan saya kecuali injeksi dengan obat bius.

Tuhan tidak mengantuk dan tidak tidur.

Adalah potongan ayat dari ayat kursi yang menjadi pemicu atau penyebab saya tidak bisa tidur, waktu itu. Syukurlah saat ini saya sudah tidak terlalu terganggu oleh problem tidur. Meski masih sulit tidur, saya sudah tidak lagi tergantung pada obat tidur.

Dalam rangka berupaya mendekatkan diri dan makrifatullah, setelah mempelajari ayat kursi, saya mulai tirakat untuk tidak tidur. Awalnya adalah tidak tidur selama 3 hari nonstop, kemudian 7 hari nonstop.

Bagaimana mungkin saya dapat mengakui bahwa saya adalah seorang hamba jika sehari-hari kerjanya hanya tidur. Ketika mengetahui dari ayat kursi di atas, bahwa Tuhan tidak mengantuk dan tidak tidur. Padahal sudah bekerja sepanjang masa menciptakan alam semesta dan segala makhluk. Berjaga sepanjang hari sepanjang masa. Dan sampai saat ini masih selalu berjaga bekerja memberi petunjuk kepada hamba-hamba atau orang lain yang dikehendaki. Senantiasa mengurus makhluk.

Wallahu ‘alam bisahawab.

Tentang didikoseng

berusaha menyingkap tabir misteri kehidupan dan penciptaan alam semesta
This entry was posted in Opini, Panduan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Tidur adalah Kenikmatan yang Harus Dibayar Mahal

  1. Dian says:

    Tetap semangat dalam menulis dan menjadikan hal ini sebagai ajang untuk diskusi yang memberikan inspirasi…:)

  2. Dian says:

    Tulisan ini dapat mengingatkan beberapa orang bahwa tidur memang sebuah kenikmatan yang harus dihargai. Dan memang benar bahwa kita harus memanfaatkan waktu untuk membagi kapan kita harus tidur dan kapan harus terjaga.
    Tuhan memang tidak mengantuk dan tidak tidur namun satu hal yang jelas berbeda bahwa sifat Tuhan dan manusia tidaklah sama. Memang kita harus menghargai waktu dengan tidak terlalu banyak tidur, namun fisik kita juga membutuhkan dan mempunyai hak untuk istirahat agar dapat beribadah dengan maksimal kepada-Nya

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s